Senin, 16 Maret 2020

AGAMA KELAS 7


TES DARING SMPK SANTO BERNARDUS
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI
KELAS VII
HARI/TANGGAL : RABU, 15 APRIL 2020
SEMSTER           : GENAP
WAKTU               : 09.30 - 11.30

PETUNJUK PENGERJAAN
1. Waktu mengerjakan 120 menit (09.30 - 11.30)
2. Kerjakan secara MANDIRI, dan tidak boleh saling BERTUKAR JAWABAN dengan teman!                      UTAMAKAN        KEJUJURAN! (Tidak boleh membuka buku)
3. JAWABAN dikirim ke no WA 085735560706 dalam bentuk FILE WORD dan tidak di perkenankan           mengirim dalam bentuk LINK!
4. PENGIRIMAN TERAKHIR pukul 11.30, lebih dari waktu yang di tentukan maka tidak akan                      mendapat            nilai. (DISIPLIN WAKTU!)

Jawablah dengan Benar!
1.  Secara umum, apa pengertian gender itu? Kemudian apa yang dimaksud dengan diskriminasi gender?
2.      Apa yang menyebabkan adanya diskriminasi gender?
3.      Sebutkan usaha apa saja yang dapat kita lakukan dalam mencapai kesetaraan gender!
4.  Baca Injil Yohanes 8 : 2-11 (Buku Paket Hal. 127). Menurut kalian, Yesus berpesan apa sehubungan dengan tema tentang kesetaraan gender?

Bacalah teks Kitab Suci Berikut!
Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (Lukas 6:6-11)
Pada suatu hari Sabat  lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya? “Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks Kitab Suci “Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat.”
5.      Apa yang dilakukan Yesus pada hari sabat menurut perikop tersebut?
6.     Menurut pendapatmu, bagaimana rekasi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terhadap           tindakan Yesus yang peduli pada sesama? Mengapa?
7.      Buatlah kesimpulan pesan dari Injil Lukas 6:6-11! (1 paragraf)

Bacalah teks Artikel di bawah ini!
Keluhuran Kebebasan (Gaudium et Spes Art. 17)
Adapun manusia hanya dapat berpaling kepada kebaikan bila ia bebas. Kebebasan itu oleh orang-orang zaman sekarang sangat dihargai serta dicari penuh semangat, dan memang tepatlah begitu. Tetapi sering pula orang-orang mendukung kebebasan dengan cara yang salah, dan mengartikannya sebagai kesewenang-wenangan untuk berbuat apa pun sesuka hatinya, juga kejahatan. Sedangkan kebebasan yang sejati merupakan tanda yang mulia gambar Allah dalam diri manusia. Sebab Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri, supaya ia dengan sekarela mencari Penciptanya, dan dengan mengabdi kepada-Nya secara bebas mencapai kesempurnaan sepenuhnya yang membahagiakan. Maka martabat manusia menuntut, supaya ia bertindak menurut pilihannya yang sadar dan bebas, artinya: digerakkan dan di dorong secara pribadi dari dalam, dan bukan karena rangsangan hati yang buta, atau semata-mata paksaan dari luar. Adapun manusia mencapai martabat itu, bila ia membebaskan diri dari segala penawanan nafsu-nafsu, mengejar tujuannya dengan secara bebas memilih apa yang baik, serta dengan tepat-guna dan jerih-payah yang tekun mengusahakan sarana-sarananya yang memadai. Kebebasan manusia terluka oleh dosa; maka hanya berkat bantuan rahmat Allah mampu mewujudkan secara konkrit nyata arah-gerak hatinya kepada Allah. Adapun setiap orang harus mempertanggungjawabkan perihidupnya sendiri di hadapan takhta pengadilan Allah, sesuai dengan perbuatannya yang baik maupun yang jahat.
8.      Apakah kebebasan sejati menurut Gaudium et Spes Art. 17?
9.      Bagaimana sebaiknya kebebasan itu kita gunakan menurut Gaudium et Spes Art. 17?
10.  Tulislah hal konkrit yang dapat kamu lakukan berkaitan dengan kebebasan sebagai seorang       pelajar yang baik!

Selamat mengerjakan
~ smg scs ~
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------




































































TUGAS KE 3
Selasa, 31 Maret 2020
KEBEBASAN ANAK-ANAK ALLAH
Pendidikan Agama Kelas 7
A.      Pemikiran Dasar
Pada hakikatnya kebebasan sudah melekat pada diri manusia sejak manusia ada, yaitu yang kita kenal dengan istilah hak asasi. Namun dalam kenyataannya kebebasan manusia seringkali disalahgunakan oleh manusia itu sendiri. Manusia sering salah menafsirkan makna yang terkandung dalam aturan-aturan yang dikeluarkan baik oleh penguasa negara maupun pemimpin agama. Aturan yang semula merupakan ketentuan atau rambu-rambu untuk menciptakan kebebasan, ketenteraman dan kedamaian bagi manusia sehingga menjadi manusia yang bertanggung jawab dibelokkan menjadi senjata untuk menindas orang kecil bahkan membinasakan orang lain. Banyak pelanggaran yang terjadi karena salah kaprah tentang arti kebebasan. Kebebasan diartikan bertindak sekehendak hatinya. Maka terjadilah pelanggaran di segala segi kehidupan. Pada pelajaran kali ini, kita akan bersama-sama mendalami makna kebebasan kita sebagai anak-anak Allah. Tuhan Yesus memaklumkan bahwa Allah itu pembebas. Allah ingin agar manusia mengembangkan diri secara penuh, dengan demikian segala hukum, peraturan dan perintah harus diabadikan pada tujuan pemerdekaan manusia; artinya tujuan utama hukum adalah membebaskan manusia dari segala sesuatu yang dapat menghalangi manusia untuk berbuat baik. Sebagai murid-murid Yesus, kita adalah orang-orang yang telah dibebaskan berkat sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Maka sudah saatnya kita pun diajak utuk membebaskan sesama. Bukan sebaliknya, menggunakan kebebasan yang sudah diberikan untuk hal-hal yang tidak berguna (bdk. Gal 5: 13)

B.       Rangkuman
      ·         Bagaimanapun juga, kebebasan yang kita miliki tidak pernah bebas dalam arti sebebas-bebasnya tanpa batas. Kebebasan yang kita miliki selalu berhadapan dengan kebebasan dari orang lain. Oleh karena itu perlu ada atur an agar ke- bebasan tidak saling berbenturan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu, kebebasan perlu dijalankan secara bertanggung jawab. Norma atau aturan bukan merupakan penghalang kebebasan, tetapi berfungsi untuk mengatur supaya kehidupan bersama berjalan dengan tertib dan teratur.
     ·     Fungsi kebebasan adalah bahwa berkat kebebasan yang dimilikinya, manusia tampil sebagai      ciptaan Allah yang bermartabat luhur. Berkat kebebasannya pula manusia dapat mengembangkan dirinya menuju kesempurnaan berkat pilihan-pilihan yang dimilikinya.
Kebebasan dapat dimengerti dalam dua segi yaitu (1) bebas dari. Maksudnya bahwa setiap orang mendambakan dirinya terbebas dari banyak hal misalnya: bebas dari rasa lapar, bebas dari sakit, bebas dari siksaan badan, bebas dari tempat yang sesak, dan lain-lain (2) bebas untuk. Maksudnya bahwa kita bebas untuk melakukan segala sesuatu yang baik dan berguna, misalnya bebas untuk menolong, mengeluarkan pendapat, berkreasi, beraktivitas.
     ·         Keluhuran Kebebasan Gaudium et Spes artikel 17 Adapun manusia hanya dapat berpaling kepada kebaikan bila ia bebas. Kebebasan itu oleh orang-orang zaman sekarang sangat dihargai serta dicari penuh semangat, dan memang tepatlah begitu. Tetapi sering pula orang-orang mendukung kebebasan dengan cara yang salah, dan mengartikannya sebagai kesewenang-wenanganuntuk berbuat apa pun sesuka hatinya, juga kejahatan. Sedangkan kebebasan yang sejati merupakan tanda yang mulia gambar Allah dalam diri manusia. Sebab Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri, supaya ia dengan sekarela mencari Penciptanya, dan dengan mengabdi kepada-Nya secara bebas mencapai kesempurnaan sepenuhnya yang membahagiakan. Maka martabat manusia menuntut, supaya ia bertindak menurut pilihannya yang sadar dan bebas, artinya: digerakkan dan di dorong secara pribadi dari dalam, dan bukan karena rangsangan hati yang buta, atau semata-mata paksaan dari luar. Adapun manusia mencapai martabat itu, bila ia membebaskan diri dari segala penawanan nafsu-nafsu, mengejar tujuannya dengan secara bebas memilih apa yang baik, serta dengan tepat-guna dan jerih-payah yang tekun mengusahakan sarana-sarananya yang memadai. Kebebasan manusia terluka oleh dosa; maka hanya berkat bantuan rahmat Allah mampu mewujudkan secara konkrit nyata arah-gerak hatinya kepada Allah. Adapun setiap orang harus mempertanggungjawabkan perihidupnya sendiri di hadapan takhta pengadilan Allah, sesuai dengan perbuatannya yang baik maupun yang jahat.
      ·         Bagi orang yang telah dibebaskan oleh sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus, tugas yang harus diemban selanjutnya adalah membebaskan sesama dari tindakan sewenang-wenang dan dari keterikatan pada dosa yang mengaki- batkan maut. Oleh sebab itu, jangan menggunakan kebebasan untuk hal-hal yang tidak berguna serta merusak masa depan. Setiap orang Katolik percaya bahwa berkat wafat dan kebangkitan Yesus Kris- tus, kita telah dijadikan sebagai anak-anak Allah yang merdeka. Gereja melalui Sakramen Baptis mengangkat kita menjadi anak-anak Allah yang merdeka, bebas dari dosa dan melancarkan hubungan manusia dengan Allah, terhindar dari kematian kekal dan dengan bebas pula melayani Tuhan dan sesama.


TUGAS:
     1.      Buatlah refleksi berkaitan dengan kalian belajar di rumah. Refleksi yang dibuat bisa berkaitan              dengan hal-hal positif atau negatif selama kalian belajar dan mengerjakan tugas di di rumah.
     2.      Refleksi yang di buat minimal 2 paragraf.
     3.      Refleksi di tulis tangan dalam buku (bisa di hias dengan membuat gambar atau tuliasan yang               bagus), kemudian di foto dan dikirimkan melalui WA pak Ardy.
     4.      Batas penmgumpulannya adalah 13.30 WIB.
            Kerjakan dengan sebaik mungkin dan selamat mengerjakan... GBU










--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


YESUS PEJUANG KESATARAAN GENDER
MATERI AGAMA KELAS 7

PENGANTAR
Pemikiran Dasar Sebagai manusia, perempuan dan laki-laki memiliki martabat yang sama. Namun dalam perjalanan sejarah manusia menunjukkan bahwa kaum perempuan diperlakukan secara tidak adil. Mereka sering jadi korban sikap diskriminatif. Sampai saat ini masalah kesetaraan atau kesederajatan masih memerlukan perjuangan. Hal ini antara lain disebabkan oleh adanya tata hubungan antar anggota masyarakat yang cenderung menggunakan sudut pandang laki-laki. Pengakuan, penghargaan terhadap seseorang yang dikaitkan dengan kekayaan, gelar, pangkat, kedudukan dan jenis kelamin, juga menjadi hal yang dapat menyuburkan perendahan terhadap martabat perempuan.
Yesus adalah tokoh yang mengusahakan kesetaraan gender. Ia bergaul bebas dengan perempuan. Bahkan ada perempuan-perempuan tertentu yang tetap mengikuti-Nya ke mana pun Dia pergi. Yesus juga menyapa dan bergaul enak dengan pertempuan-perempuan kair yang belum dikenal-Nya seperti perempuan Samaria. Ia tidak saja bergaul dengan sembarang perempuan, tetapi juga berusaha dan membela perempuan yang tertangkap basah dengan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertobat, untuk memperbaiki kesalahannya.
Yoh 8:2-11 Menurut Taurat, perempuan yang sudah menikah dan melakukan perzinahan harus dirajam di hadapan pemerintah. Mereka tak peduli nasib laki-laki yang jadi pasangan zinahnya. Hanya perempuan itu yang diseretnya. Reaksi Yesus adalah membungkuk menulis di tanah dengan jari-Nya. Ketika Ia terus menerus dimintai sikap-Nya Ia berkata: ” Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”. Akhirnya, satu per satu mereka meningalkan perempuan itu. Berhadapan dengan Yesus, perempuan yang berzinah itu selamat. Dalam pembelajaran dengan materi Yesus pejuang kesetaraan gender ini, peserta didik diajak untuk bersama-sama mendalami bagaimana karya Yesus yang senantiasa memperjuangkan kesederajatan antara laki-laki dan perempuan, sehingga mereka mampu untuk mengusahakannya dalam kehidupan sehari-hari dimanapun mereka berada.

RANGKUMAN MATERI
    1)      Kesetaraan gender berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan baik kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional hankamnas, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa dalam kesetaraan gender terdapat adanya persamaan hak antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki, di mana persamaan itu mempunyai arti yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
      2)      Hal-hal yang dapat menjadi penghambat terjadinya kesetaraan gender misalnya:
a.    Pola pikir tradisional yang masih melekat, yaitu bahwa perempuan tugasnya mengurus rumah.
b.    Masih rendahnya kualitas hidup perempuan, sehingga ada kecenderungan untuk dinomorduakan
c.    Belum meratanya pemahaman konsep kesetaraan gender pada lapisan masyarakat. 
     3)  Berbagai usaha yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan kesetaraan gender misalnya:
a.    Penerimaan seseorang berdasarkan pribadi seseorang atau diri seseorang apaadanya bukan ditentukan oleh jenis kelamin, kekayaan yang dimiliki, gelar yang dis- andang, pangkat dan kedudukan yang dipangkunya, latar belakang kehidupannya dan sebagainya,
b.    memperlakukan orang lain dalam dunia kerja bukan berdasarkan jenis kelamin atau belaskasihan tetapi berdasarkan kemampuan yang dimiliki,
c.    Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perempuan untuk berkarier atau beraktivitas dalam berbagai bidang kehidupan.

PENDALAMAN TEKS KITAP SUCI (Yohanes 8: 2-11)
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada- Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan- perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari- Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”  Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT:
    1.      Ketidakadilan seperti apa yang terjadi dalam peristiwa yang ada di dalam teks Kitab Suci tersebut?
    2.      Menurut pendapatmu, bagaimana sikap Yesus terhadap ketidakadilan tersebut?

KERJAKAN DI BUKU TULIS. HASIL PEKERJAAN KALIAN FOTO DAN DI KIRIM DI NO WA SAYA
  

YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN MANUSIA

  • Ada cukup banyak orang kini bersikap kurang peduli terhadap mereka kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan cacat. Karena sikap egoisme begitu kuat.
  • Terdapat kecenderungan seseorang tidak lagi memikirkan sesamanya. Karena mereka lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri.
  • sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tapa membiasakan diri. kebiasaan itu perlu dipupuk sejak dalam keluarga, sekolah, dan di dalam masyarakat.

Ciri-ciri orang yang peduli pada penderitaan sesama
  1. Peka terhadap keadaan sesama disekitarnya,
  2. Mudah dan ringan tangan untuk membantu sesama yang menderita,
  3. Tidak mudah egois dalam banyak hal,
  4. Mudah tergerak hatinya untuk menolong orang lain yang membutuhkan bantuan,
  5. Tidak malu ataupun canggung untuk menolong dan membantu sesama yang menderita.

BELAJAR DARI KITAB SUCI YESUS MENYEMBUHKAN ORANG PADA HARI SABAT

Mat. 12:9-15
Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. 12:10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat? f " Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. g  12:11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? h  12:12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? i  Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." 12:13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain. 12:14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. j  12:15 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.

  • Untuk berbuat baik ternyata tidak selalu mudah, sering kali ada hambatan, entah dari diri sendiri entah dari orang lain. hal ini sering membuat orang bersikap tidak peduli atau acuh terhadap lingkungan sekitarnya karena tidak mau direpotkan dengan berbagai hal
  • Yesus telah menunjukkan bahwa DiriNya memiliki sikap peduli pada sesama yang menderita, walaupun banyak hambatan dan tantangan.


YANG DAPAT KITA TELADANI DARI SIKAP YESUS
  • Berani berkorban dan peduli pada penderitaan sesama demi kesehjahteraan/keselamatan banyak orang.
  • Terus belajar setia atau taat kepada suara hati.
  • Yakin dan percaya bahwa Allah selalu membantu kita.
  • Sebagai murid Kristus, kita semua juga diundang untuk terus belajar taat kepada kehendak Bapa dan misteri kehendak-Nya.
  • Ini dapat kita lakukan dengan taat kepada suara hati yang benar, mempertajam daya pikir yang baik.

PENEGUHAN
  • Dengan sikap yang senantiasa peduli pada suara hati, maka Tuhan yang bersuara melalui hati kita akan mudah untuk kita dengar, terlebih kehendak-Nya yang senantiasa mengajak kita untuk peduli pada penderitaan sesama kita.
  • Sebagai murid Kristus, kita semua juga diundang untuk terus belajar taat kepada kehendak Bapa dan misteri kehendak-Nya. Ini dapat kita lakukan dengan taat kepada suara hati yang benar, mempertajam daya pikir yang baik.
  • Dengan sikap yang senantiasa peduli pada suara hati, maka Tuhan yang bersuara melalui hati kita akan mudah untuk kita dengar, terlebih kehendak-Nya yang senantiasa mengajak kita untuk peduli pada penderitaan sesama kita.
  • Keteladanan Yesus ini sungguh menuntun kita, supaya kita pun bersikap seperti Yesus, berani berkorban dan peduli pada penderitaan sesama demi kesehjahteraan banyak orang dan terus belajar setia atau taat kepada suara hati. Kita yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu membantu kita.
  • Bagi orang Yahudi, hari Sabat adalah hari yang dikuduskan (sebagai hari ke tujuh, Allah berhenti menciptakan dunia seisinya)
  • Umat Yahudi, dibawah kontrol ahli taurat dan orang farisi melanjutkan tradisi sabat
  • Orang Yahudi tidak boleh bekerja pada hari sabat

TUGAS
1.      Apa yang kamu pahami tentang materi Yesus Pejuang kesetaaraan gender yang telah kamu baca? Jelaskan! (minimal 2 paragraf)
2.      Apa yang kamu pahami tentang materi Yesus peduli terhadap penderitaan manusia yang telah kamu baca? Jelaskan! (minimal 2 paragraf)
                 3. NB: Kerjakan dengan di tulis di buku, kemudian di foto dan di kirimkan melalui WA.                       PENGUMPULAN TERAKHIR TUGAS JAM 00.00 HARI INI!!!









MATERI DAN TUGAS AGAMA KATOLIK KELAS VII TEMA YESUS SANG PENGAMPUN ADA DI LINK DI BAWAH INI.

https://drive.google.com/file/d/1wgaDe4kXU6o5Zf3rcTsIL4GO5qlG-ER2/view?usp=sharing


2 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.